Senin, 05 Oktober 2015

KREATIVITAS DAN INOVASI

Teori Kreativitas
Menurut Munandar (1985), kreativitas adalah kemampuan untuk membuat kombinasi baru, berdasarkan data, informasi atau unsur-unsur yang ada. Berbeda dengan Munandar, Csikszentmihalyi (dalam Clegg, 2008) menyatakan kreativitas sebagai suatu tindakan, ide, atau produk yang mengganti sesuatu yang lama menjadi sesuatu yang baru. Sedangkan, menurut Guilford (dalam Munandar, 2009) menyatakan kreativitas merupakan kemampuan berpikir divergen atau pemikiran menjajaki bermacam-macam alternatif jawaban terhadap suatu persoalan, yang sama benarnya (Guilford, dalam Munandar 2009). Ada pula Rogers (dalam Zulkarnain, 2002) yang mengungkapkan kreativitas merupakan kecenderungan-kecenderungan manusia untuk mengaktualisasikan dirinya sesuai dengan kemampuan yang dimilikinya. Selain itu, Freedam (1982) mengemukakan kretivitas sebagai kemampuan untuk memahami dunia, menginterpretasikan pengalaman dan memecahkan masalah dengan cara yang baru dan asli.
Berdasarkan beberapa definisi di atas, dapat disimpulkan bahwa kreativitas adalah suatu kemampuan yang ada dalam diri individu untuk mengaktualisasikan dirinya dengan cara mengombinasi ide-ide yang sudah ada menjadi sesuatu yang baru.
Kreativitas itu muncul dari orang yang sering menggunakan otak kanannya karena kecenderungan untuk berpikir berbeda dengan orang lain. Jelas bahwa kreativitas adalah faktor penting untuk melewati kegagalan demi kegagalan yang berujung pada penciptaan semangat kewirausahaan yang tinggi. Kreativitas adalah :
1.        Bukan semata-mata memecahkan masalah tetapi menciptakan sesuatu yang orisinil, lebih baik, dan pemecahan masalah yang kreatif.
2.        Menggunakan cara yang berbeda dari orang lain lakukan.
3.        Tanpa kreativitas, tidak ada penemuan
4.        Kemampuan utama dan dasar menjadi wirausahawan yang sukses.

Prinsip Berpikir Kreatif
Ada beberapa prinsip yang harus dilakukan untuk bisa berpikir kreatif, yaitu:
I.         Prinsip Pertama : Pola Pikir Kreatif Diawali dari Teori Ketidaksempurnaan. Kita telah mengetahui bahwa teori ketidaksempurnaan adalah cikal bakal teori kreativitas, yaitu The Basic of Creative Thinking (Pola Pikir Kreatif). Teori kreativitas itu berlandaskan suatu filosofi : “From Nothing to Get or Create Something”. Jadi, dari sesuatu yang tidak ada, kita bisa menciptakan sesuatu yang bernilai karena kita tahu bahwa hal itu lebih valuable atau diinginkan oleh pasar saat ini. Ada tujuh prinsip di dalam Pola Pikir Kreatif, yaitu :
1)        Posisikan diri anda berlawanan atau berbeda dengan yang lain (opposite atau think differently)
2)        The innovation theory : Think differently dari nothing to give a spectacular result.
3)        Think more detail :Berpikirlah lebih detail daripada yang lain atau biasanya
4)        Have a perfect result :Berpikirlah bahwa apa yang ingin dicapai itu sempurna dan tidak mungkin terlampaui yang lain
5)        Berpikirlah :There must be a solution, bahwa apapun kesulitannya pasti ada jalan keluarnya.
6)        Kesulitan dan inspirasi saling mendekatkan diri, satu di depan satu dibelakang.
7)        Knowledge only 1%, imagination 99%. Sebagian besar penemu dunia memiliki pola pikir imajinasi yang kuat. Einstein memiliki imajinasi yang sangat kuat.
II.      Prinsip Kedua : Bisnis yang ‘Isi tetapi Kosong’ dan yang ‘Kosong tetapi Berisi’. Bisnis itu pada hakikatnya merebut pasar, baik dalam menciptakan produk, membuat inovasi, meningkatkan atribut produk, dan lain-lain. Produk tersebut akan menggeser permintaan seseorang akan produk tersebut atau sebaliknya, sehingga akan terjadi kesempurnaan atau yang disebut equilibrium position (balance). Kondisi ini disebut dengan pasar sempurna. Akan tetapi, bagi sang inovator dan kreator, pasar yang berisi (padat) juga bisa dilihat tidak sempurna. Mereka berpikir ada kekosongan permintaan karena sebagian besar sebenarnya belum tentu sempurna. Smart and Good Entrepreneur berpikir bahwa di saat pasar terisi, sebenarnya pasar itu memiliki kekosongan permintaan, dimana keinginan sebagian orang akan produk tersebut ada yang belum terpenuhi, karena pada dasarnya customer ingin melihat sesuatu yang beda. Semuanya bergantung dari sisi mana anda melihat dan menempatkan diri anda. Di dalam teori mata uang, posisi anda (melihat) berada di gambar atau angka. Teori isi, tetapi kosong ini berlaku untuk situasi dimana sudah ada permintaan, pelanggan, dan juga pasar. Sedangkan, dengan pasar yang belum ada atau “kosong (pasar yang dianggap tidak potensial oleh orang lain)”. Pasar yang kosong menunjukkan tidak ada seseorang yang mampu untuk memenuhi permintaan pasar. Maka dari itu, kita dapat memahami filosofi ‘Isi tetapi Kosong’ dan yang ‘Kosong tetapi Berisi’
III.   Prinsip Ketiga : Think Differently with Opposite Position. Prinsipnya ialah :Start from different position. Ada beberapa prinsip dan jenis cara berpikir beda, yaitu :
a)         Jangan pernah mengikuti pola pikir orang banyak atau mengikuti kebiasaan. Seorang kreatif cenderung mengoptimalkan otak kanannya, sehingga intuisinya terus terasah dan tidak terjebak rutinitas seperti kebiasaan dari otak kiri.
b)        Hindari jebakan logika Anda. Orang kreatif rata-rata berpikir berbeda. Orang tidak kreatif berpikir rutinitas.
IV.   Prinsip Keempat : Think More Detail
1)        Ubah pola kebiasaan, contoh: jika selalu melihat selalu dari arah depan, cobalah untuk melihat dari belakang, samping, atau atas, dan lebih dekat secara lebih teliti.
2)        Di dalam melihat, jangan secara visual melainkan detail. Misalnya, ketika anda melihat lukisan. Cobalah untuk melihat coret-coretannya, guratan, sapuan kuasnya, pancaran warnanya, dll, Maka, akan dapat melihat hal menarik disana.
3)        Amati film bukan dari tokohnya, melainkan dari pendukung dan sisi figurannya. Misalnya editing, cameramen, dll.
4)        Kunjungi tempat, toko, pameran dagang, event-event, dan eksibisi. Pasti ada sesuatu disana yang bisa digali untuk mendapatkan ide-ide bisnis yang memberi peluang.
V.      Prinsip Kelima : Have a Perfect Result. Prinsip ini membuat anda lebih bekerja dengan giat dan dituntut untuk lebih dari sekedar puas, karena anda tidak mengenal hasil yang biasa-biasa saja. Selalulah berpikir bahwa pasti akan ada jalan keluarnya. Dengan menginginkan hasil yang sempurna, maka muncullah produk dan inovasi yang baru.
VI.   Prinsip Keenam : There Must Be a Solution. Prinsip ini hanya berpikir untuk mencari solusinya saja. Sebagai contoh :
·           Gantilah kata “tetapi” dengan “dan”. Misalnya, “saya ingin pergi dengan mobil tetapi saya ingin tiduran”. Gantilah menjadi “saya ingin pergi dengan mobil dan saya ingin tiduran”. Lalu muncullah ide mobil dengan fasilitas lengkap.
·           Amati kesulitan dan masalah yang terjadi. Tempatkan diri anda di posisi luar (penonton). Cobalah untuk memperhatikan masalah dan temukan solusinya.
VII.Prinsip Ketujuh : Kesulitan dan Insprirasi Saling Melekat Satu dengan yang Lain. Jika di satu sisi itu adalah kesulitan, maka di sisi yang lain hal itu adalah inspirasi atau peluang bisnis. Misalnya, di saat muncul pesaing yang potensial, bagi produk yang disaingi hal itu adalah kesulitan sedangkan bagi yang menyaingi hal itu adalah peluang. Dalam memakai prinsip ini, hendaknya :
1)             Senantiasa berpikir
2)             Berpikir terbalik, bahwa anda adalah objek bukan subjeknya. Berpikirlah bahwa jika anda sebagai pesaing anda, anda akan menemukan peluang itu.
3)             Pikirkan peraturan-peraturan yang belum dibuat untuk menciptakan sebuah inspirasi dan peluang.
VIII.  Prinsip Kedelapan : Pengetahuan adalah Alat, Imajinasi adalah Cara untuk Menemukan Inspirasi. Imajinasi membuat anda berangan-angan dan menemukan solusinya, seperti :
Ø  Mulai belajar corat coret sketsa tentang pemevahan masalah, menerawang jauh, membayangkan, dll.
Ø  Pikirkan dan imajinasikan sutau keinginan yang selama ini diimpikan
Ø  Ajak orang atau teman terdekat anda untuk berjalan-jalan dan cobalah bertanya pendapatnya tentang suatu kejadian.
Kebiasaan berinisiatif akan melahirkan kreatifitas (daya cipta) setelah itu melahirkan inovasi. Menurut Zimmerer ada tujuh langkah (tahap) berpikir kreatif  dalam konteks kewirausahaan, yaitu:
1.      Persiapan (Preparation)
2.      Penyelidikan (Investigation)
3.      Transformasi (Transpormation)
4.      Penetasan (Incubation)
5.      Penerangan (Illumination)
6.      Pengujian (Verification)
7.      Implementasi (Implementation).
Kemampuan kreatif dan inovatif tersebut secara riil tercermin dalam kemampuan dan kemauan untuk memulai usaha (start up), kemampuan untuk mengerjakan sesuatu yang baru (creative), kemauan dan kemampuan untuk mencari peluang (opportunity), kemampuan dan keberanian untuk menanggung risiko (risk bearing) dan kemampuan untuk mengembangkan ide dan meramu sumber daya. Kemauan dan kemampuan-kemampuan tersebut diperlukan terutama untuk:
a.         Melakukan proses/ teknik baru (the new technic)
b.        Menghasilkan produk atau jasa baru (the new product or new service),
c.         Menghasilkan nilai tambah baru (the new value added),
d.        Merintis usaha baru (new businesess), yang mengacu pada pasar
e.         Mengembangkan organisasi baru (the new organisaton).

Berpikir kreatif harus memiliki dasar pola kreatif. Hal ini dapat membantu memecahkan pola permasalahan guna menemukan solusinya. Berpikir kreatif memiliki banyak manfaat bagi kita dalam berwirausaha. Kegunaan pola pikir kreatif adalah :
1.        Menemukan gagasan, ide, peluang, dan inspirasi baru
2.        Mengubah masalah atau kesulitan dan kegagalan menjadi sebuah pemikiran yang cemerlang untuk langkah selanjutnya.
3.        Menemukan solusi yang inovatif.
4.        Menemukan suatu kejadian yang belum pernah atau yang pernah ada menjadi sebuah penemuan baru
5.        Menemukan teknologi baru
6.        Mengubah keterbatasan yang ada sebelumnya menjadi sebah kekuatan atau keunggulan
Kreatifitas dapat terbentuk dari beberapa sumber, yaitu
a.       Imajinasi dan ide
Berdasarkan fungsinya, kapasitas mental manusia dapat di kelompokkan menjadi empat bagian, yaitu absortive, retentive, reasoning, creative. Imajinasi yang kreatif merupakan kekuatan yang tidak terbatas, misalnya meskipun seseorang yang hampir tidak pernah keluar rumah tetapi dengan menggunakan imajinasinya ia dapat melalang buana ke dunia sekitar.
b.      Sifat Proses kreatif
Kreatifitas adalah suatu proses yang dapat dikembangkan dan ditingkatkan. Setiap orang Kreatif pada tingkat tertentu. Orang mempunyai kemampuan dan bakat dalam bidang tertentu dapat lebih kreatif dari pada orang lain. Hal yang sama juga dialami oleh orang yang dilatih dan dikembangkan dalam suatu lingkungan yang mendukung pengembangan Kreatifitas, mereka diajari untuk berfikir dan bertindak secara kreatif.
Bagan dibawah ini menggambarkan langkah-langkah yang dapat ditempuh untuk melahirkan kreativitas. ( sumber diolah dari Zimmerer, T.W., Scarborough, N.M. & Wilson D.2008 )







 



















Teknik Untuk Meningkatkan Proses Kreativitas
a.         Focus Group (kelompok diskusi), merupakan salah satu cara yang telah digunakan untuk meningkatkan proses kreatifitas sejak tahun 1950-an. Dalam kelompok diskusi yang terdiri dari 8-14 orang, dilangsungkan diskusi sesuai topic yang ditentukan dengan dipandu oleh moderator. Diskusi yang sederhana dan mendalam lebih diutamakan untuk menggali respon secara lebih akurat.
b.        Brainstorming (curah gagasan). Sekolompok kecil, biasanya terdiri dari 4-5 orang, di stimulasi untuk mengeluarkan ide-idenya tanpa mengkritik ide yang dimunculkan oleh individu tersebut.
c.         Mind mapping (pemetaan pikiran), merupakan Pengembangan brainstorming yakni dengan cara mengeluarkan ide-ide tidak secara sistematis dan linier, metode ini menstimulasi ide agar muncul dengan teknnik grafis, sehingga dapat memunculkan secara visual hubungan antara ide-ide tersebut.
d.        Rapid prototyping (pembuatan prototip singkat), metode untuk menguji dan menerapkan ide kreatif dan melakukan evaluasi secara cepat. Dalam teorinya bahwa produk yang dibuat adalah bagian dari produk yang sesungguhnya, namun dapat mempersentasikan keadaan atau produk yang sesungguhnya.
Berdasarkan penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa untuk bisa menjadi individu yang kreatif, seseorang harus harus memposisikan diri berlawanan dengan yang lain; berpikirlah lebih detail sehingga dapat melihat ada kekurangan yang harus disempurnakan; berpikirlah bahwa apa yang ingin dicapai itu sempurna; berpikir bahwa apapun kesulitannya pasti ada jalan keluarnya; berimajinasi dengan kuat; berpikirlah berbeda dari yang lain. Dengan demikian, seorang entrepreneur akan mendapatkan ide yang baru dan menemukan pemecahan baru dari permasalahan yang ada, karena seorang creator itu dapat dilatih.

Hambatan dalam Berpikir Kreatif
Suharyadi dkk (2007), Hambatan Kreatifitas adalah dinding atau bangunan mental yang menghambat kita untuk memahami atau menemukan pemecahan atas suatu masalah. Hambatan – hambatan dalam suatu Kreatifitas adalah sebagai berikut :
-               Hambatan psikologis
-               Hambatan budaya
-               Hambatan lingkungan
-               Hambatan bahasa berpikir
-               Hambatan keterpakuan fungsional
-               Hambatan kebiasaan memandang

Ciri-ciri orang kreatif
Guilford (dalam Munandar, 2009) mengemukakan ciri-ciri dari kreativitas antara lain:
a.         Kelancaran berpikir (fluency of thinking), yaitu kemampuan untuk menghasilkan banyak ide yang keluar dari pemikiran seseorang secara cepat.
b.        Keluwesan berpikir (flexibility), yaitu kemampuan untuk memproduksi sejumlah ide, jawaban-jawaban atau pertanyaan-pertanyaan yang bervariasi, dapat melihat suatu masalah dari sudut pandang yang berbeda-beda, mencari alternatif atau arah yang berbeda-beda, serta mampu menggunakan bermacam-macam pendekatan atau cara pemikiran.
c.         Elaborasi (elaboration), yaitu kemampuan dalam mengembangkan gagasan dan menambahkan atau memperinci detail-detail dari suatu objek, gagasan atau situasi sehingga menjadi lebih menarik.
d.        Originalitas (originality), yaitu kemampuan untuk mencetuskan gagasan unik atau kemampuan untuk mencetuskan gagasan asli.
Berdasarkan hasil penelitian yang menunjukan indikator Kreatifitas dikemukan oleh (Munandar, 1988) sebagai berikut:
1.        Dorongan ingin tahu besar
2.        Sering mengajukan pertanyaan yang baik
3.        Memberikan banyak gagasan atau usul terhadap suatu masalah
4.        Bebas dalam menyatakan pendapat
5.        Daya imajinasi kuat
Menurut Rogers (dalam Munandar, 2009), faktor-faktor yang dapat mendorong terwujudnya kreativitas individu diantaranya:
a.         Dorongan dari dalam diri sendiri (motivasi intrinsik)
Menurut Roger (dalam Munandar, 2009) setiap individu memiliki kecenderungan atau dorongan dari dalam dirinya untuk berkreativitas, mewujudkan potensi, mengungkapkan dan mengaktifkan semua kapasitas yang dimilikinya. Dorongan ini merupakan motivasi primer untuk kreativitas ketika individu membentuk hubungan-hubungan baru dengan lingkungannya dalam upaya menjadi dirinya sepenuhnya (Rogers dalam Munandar, 2009). Hal ini juga didukung oleh pendapat Munandar (2009) yang menyatakan individu harus memiliki motivasi intrinsik untuk melakukan sesuatu atas keinginan dari dirinya sendiri, selain didukung oleh perhatian, dorongan, dan pelatihan dari lingkungan.
b.        Dorongan dari lingkungan (motivasi ekstrinsik)
Munandar (2009) mengemukakan bahwa lingkungan yang dapat mempengaruhi kreativitas individu dapat berupa lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat. Lingkungan keluarga merupakan kekuatan yang penting dan merupakan sumber pertama dan utama dalam pengembangan kreativitas individu. Pada lingkungan sekolah, pendidikan di setiap jenjangnya mulai dari pra sekolah hingga ke perguruan tinggi dapat berperan dalam menumbuhkan dan meningkatkan kreativitas individu. Pada lingkungan masyarakat, kebudayaan-kebudayaan yang berkembang dalam masyarakat juga turut mempengaruhi kreativitas individu.
Berdasarkan penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa karakteristik orang kreatif, yaitu mudah mengeluarkan ide, mampu mengembangkan ide, mampu untuk membuat sesuatu yang unik, memiliki rasa ingin tahu yang tinggi, mudah mengemukakan pendapat, memiliki banyak imajinasi, memiliki dorongan untuk berkembang.

Definisi dan Teori Inovasi
Menurut Zimmber dkk (2009), inovasi adalah kemampuan untuk menerapkan solusi kreatif terhadap masalah dan peluang untuk meningkatkan atau memperkaya kehidupan orang-orang. Sedangkan, menurut Ted Levitt, inovatif adalah sifat yang selalu menerapkan solusi kreatif. Berbeda dengan Ted Leyitt, Peter Drucker (1986) mengatakan inovasi memiliki fungsi yang khas bagi wirausahawan, dengan inovasi wirausahawan menciptakan baik sumberdaya produksi baru maupun pengelolahan sumber daya yang ada dengan peningkatan nilai potensi untuk menciptakan sesuatu yang tidak ada menjadi ada. Inovasi  menurut  Goman  (1991)  merupakan  penerapan  secara praktis gagasan kreatif, inovasi tercipta karena adanya kreativitas yang tinggi. Selain itu, Rogers dan Shoemaker mengartikan inovasi sebagai ide-ide baru, praktik-praktik baru, atau objek-objek yang dapat dirasakan sebagai sesuatu yang baru oleh individu atau masyarakat sasaran.
Berdasarkan beberapa definisi di atas, dapat disimpulkan bahwa inovasi adalah kemampuan individu dalam menerapkan kreativitas yang telah dibuat.
Rogers (1983)  mengemukakan lima karakteristik inovasi:
1.        Keunggulan relative (relative advantage)
2.        Kompatibilitas (comparibil liv)
3.        Kerumitan (complexity)
4.        Kemampuan diujicobakan (trialability)
5.        Kemampuan untuk diamati (observability)
Suryahadi, dkk (2007) mengemukakan ada lima jenis inovasi yang penting dilakukan pengusaha, yaitu :
1.       Pengenalan barang baru atau perbaikan barang yang sudah ada
2.       Pengenalan metode produksi baru
3.       Pembukaan pasar baru, khususnya pasar ekspor atau daerah yang baru
4.       Penciptaan/pengadaan persediaan (supply) bahan mentah atau setengah jadi baru
5.       Penciptaan suatu bentuk organisasi industri baru
Ada beberapa jenis inovasi, yaitu:
1.        Inovasi Produk
a.         Isinya (rasa, kualitas, dan lain lain)
b.         Kemasan (pembungkus, tulisan, warna, sistem buka tutupnya, bentuknya, dll)
2.        Inovasi Marketing
a.         Cara menjual
b.         Cara mendistribusikan
c.         Cara memasarkannya
d.        Cara mengiklankannya
e.         Cara menciptakan permintaan, dan lain lain
3.        Inovasi Proses
a.         Proses penciptaan produk
b.         Proses produksi
c.         Proses teknologi pengemasannya
d.        Proses riset dan pengembangan
e.         Proses menciptakan mesein baru, dll
4.        Inovasi Teknikal
a.         Teknik detail
b.         Teknik pengawasannya
c.         Teknik pengerjaannya, dll
5.        Inovasi Administrasi
a.         Penyimpanan data
b.         Pembuatan dan pengumpulan data

Faktor-faktor Pendukung Keberhasilan Inovasi
Menurut James Brian Quinn (1955), faktor pendukung keberhasilan inovasi yaitu :
1.        Harus berorientasi pasar, hubungan inovasi dengan pasar didalamnya ada 5C yaitu Competitor (pesaing), Competition (persaingan), Change of Competition (perubahan persaingan), Change Driver (penentu arah perubahan), Customer Behavior (perilaku konsumen).
2.        Mampu meningkatkan nilai tambahan perusahaan
3.        Mempunyai unsur efisiensi dan efektivitas
4.        Harus sejalan dengan visi dan misi perusahaan
5.        Harus bisa ditingkatkan lagi
Kotler, pakar pemasaran, pernah menegaskan pentingnya inovasi. Pakar pemasaran ini mengingatkan bahwa tanpa inovasi perusahaan akan menjadi tua, kuno, rapuh, dan tidak langgeng. Inovasi harus terus dibangun melalui budaya kreatif, mengikuti tren, perubahan dan membangun pasar. Untuk membangun perusahaan inovatif, kotler menekankan pentingnya sejumlah faktor sebagai berikut :
·           Adanya budaya penemuan. Setiap organisasi harus disesaki orang-orang yang punya semangat inovasi.
·           Mengembangkan inovasi sebaiknya berdasarkan riset, sebab, perusahaan dikatakan inovatif kalau sengaja membangun dan melakukan proses untuk menghasilkan temuan terbaru. Inovasi tersebut haruslah merupakan sesuatu revolusioner, dapat menembus pasar global, dan mendapatkan persaingan sangat keras.
De Jong & Den Hartog (2003) merinci lebih mendalam proses inovasi dalam 4 tahap yaitu:
1.        Melihat kesempatan bagi karyawan untuk mengidentifikasi kesempatan.
Kesempatan dapat berawal dari ketidakkongruenan dan diskontinuitas yang terjadi karena adanya ketidaksesuaian dengan pola yang diharapkan misalnya timbulnya masalah pada pola kerja yang sudah berlangsung, adanya kebutuhan konsumen yang belum terpenuhi,atau adanya indikasi trends yang sedang berubah.
2.        Mengeluarkan ide
Dalam fase ini, karyawan mengeluarkan konsep baru dengan tujuan menambah peningkatan. Hal ini meliputi mengeluarkan ide sesuatu yang baru atau memperbaharui pelayanan, pertemuan dengan klien dan teknologi pendukung. Kunci dalam mengeluarkan ide adalah mengkombinasikan dan mereorganisasikan informasi dan konsep yang telah ada sebelumnya untuk memecahkan masalah dan atau meningkatkan kinerja. Proses inovasi biasanya diawali dengan adanya kesenjangan kinerja yaitu ketidaksesuaian antara kinerja aktual dengan kinerja potensial.
3.        Implementasi
Dalam fase ini, ide ditransformasi terhadap hasil yang konkret. Pada tahapan ini sering  juga disebut tahapan konvergen. Untuk mengembangkan ide dan mengimplementasikan ide, karyawan harus memiliki perilaku yang mengacu pada hasil.Perilaku inovasi Konvergen meliputi usaha menjadi juara dan bekerja keras.Seorang yang berperilaku juara mengeluarkan seluruh usahanya pada ide kreatif.Usaha menjadi juara meliputi membujuk dan mempengaruhi karyawan dan juga menekan dan bernegosiasi.Untuk mengimplementasikan inovasi sering dibutuhkan koalisi, mendapatkan kekuatan dengan menjual ide kepada rekan yang berpotensi.
4.        Aplikasi
Dalam fase ini meliputi perilaku karyawan yang ditujukan untuk membangun, menguji, dan memasarkan pelayanan baru. Hal ini berkaitan dengan membuat inovasi dalam bentuk proses kerja yang baru ataupun dalam proses rutin yang biasa dilakukan.
Adair (1996) mengatakan ada 3 fase dalam proses inovasi sebagai berikut:
a.         Generating ideas.
Keterlibatan individu dan tim dalam menghasilkan ide untuk memperbaiki produk, proses dan layanan yang ada dan menciptkaan sesuatu yang baru.
b.        Harvesting ideas.
Melibatkan sekumpulan orang untuk mengumpulkan dan mengevaluasi ide-ide.
c.         Developing and implementing these ideas.
Mengembangkan ide-ide yang telah terkumpul dan selanjutnya mengimplementasikan ide tersebut.
Inovasi bagi wirausahawan lebih bersifat untuk memanfataatkan perubahan dari pada menciptakanya. Mencari inovasi dilakukan dengan memanfaatkan perubahan pada penemuan yang menyebabkan terjadinya perubahan. Ide inovatif dapat bersumber pada kraetivitas eksternal dan Kreatifitas internal. Kreatifitas eksternal dapat dirangsang dengan memanfaatkan secara sistematis rasa keingintahuan tentang perkembangan, ide dan kekuatan baru yang sedang berlangsung di sekitar seseorang. Dengan melakukan hal ini, seseorang membangun sumber informasi tentang berbagai hal tentang fakta kesan, citra dan berbagai ide. Dengan demikian seseorang dapat memperoleh ide yang dapat di raih dan di manfaatkan. Ada pula beberapa sumber yang bisa mendorong terjadinya inovasi yaitu :
1.        Perbedaan antara permintan dan penawaran
Di suatu negara yang mempunyai budaya tertentu, biasanya jika penawaran barang atau produk tidak sesuai dengan kondisi permintaan yang ada, maka kejadian ini bisa memunculkan inovasi.
2.        Penciptaan perminataan karena kecenderungan trend
Kecenderungan pola hidup masyarakat Indonesia yang menyukai produk instan, maka muncullah produk lain yang mengikuti produk tersebut.
3.        Perubahan
Setiap perubahan pasti diikuti oleh sang motivator untuk dimanfaatkan. Misalnya perubahan teknologi, dll
4.        Masalah yang belum terpecahkan dalam jangka waktu lama
Terkadang masalah yang diselesaikan dengan pemecahan masalah kreatif belum tentu memecahkan masalah dalam jangka waktu yang lama
5.        Inovasi yang ditujukan untuk mengganti inovasi produknya sendiri.
Hampir sebagian besar industry berteknologi tinggi menggunakan prinsip ini agar produknya bisa dignati dengan produk baru yang diluncurkan.
Berdasarkan penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa faktor pendukung keberhasilan inovasi adalah harus pandai melihat peluang pasar; mampu memberi nilai tambah; efektif dan efisien; harus berjalan sesuai dengan visi dan misi yang telah ditetapkan; mampu memberikan peningkatan; meningkatkan budaya penemuan. Keberhasilan inovasi dapat diraih dengan melalui beberapa proses, yaitu melihat kesempatan; mengeluarkan ide; mengembangkan ide; menerapkan ide. Selain itu, adanya inovasi dapat diperoleh dari rasa ingin tahu tentang permasalahan yang ada.

Perbedaan kreatif dan inovatif
Kreativitas dan inovasi tidaklah suatu hal yang sama, karena berdasarkan pengertian diatas, dapat dilihat bahwa antara keduanya ada suatu tahapan yang berbeda.
1.        Kreativitas adalah proses timbulnya ide yang baru, sedangkan inovasi adalah pengimplementasian ide itu sehingga dapat merubah dunia.
2.        Kreativitas membelah batasan dan asumsi, dan membuat koneksi pada hal hal lama yang tidak berhubungan menjadi sesuatu yang baru, dan Inovasi mengambil ide itu guna mejadikannya menjadi produk atau servis atau proses yang nyata.
Perbedaan kreativitas dan inovasi haya satu, yaitu dalam konteks kegunaan yang memiliki nilai ekonomis. Kata “inovasi” lebih dipersepskan sebagai kata yang berhubunga dengan kelanjutan proses kreatif. Kata “inovasi” berkaitan dengan dihasilkannya produk tertentu atau metode dalam bidang jasa tertentu, yang memiliki manaat, nilai jual, atau bersifat komersial.







Daftar Pustaka

Suyasa, P. T. Y. S. (2009). Penumbuhan Kreativitas dan Inovasi sebagai Usaha Pengembangan Potensi Kewirausahaan. Jakarta: Universitas Tarumanegara. https://.researchgate.net%2Fprofile%2FP_Tommy_Y_Suyasa%2Fpublication%2F260750915_Penumbuhan_Kreativitas_dan_Inovasi_sebagai_Usaha_Pengembangan_Potensi_Kewirausahaan/
Anonim. 2011. Membangun Usaha Sukses Sejak Usia Dini. Jakarta: Salemba Empat.
Suryana. 2001. Kewirausahaan. Jakarta: Salemba Empat.
Franky, Slamet. (2013). Dasar-Dasar Kewirausahaan: Teori dan Praktik. Jakarta : PT, indeks
http://www.bambangsulistio.web.id/2013/03/makalah-kreativitas-dan-inovasi.html

http://www.academia.edu/7504816/MAKALAH_ENTERPRENEUR_OK